Wednesday, May 30, 2012

HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL (HAKI)


HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL (HAKI)

1.    PENGERTIAN HAKI

Hak Kekayaan Intelektual saat ini sedang menjadi isu hangat yang sering diperbincangkan. Hal ini semakin marak dengan banyaknya kasus piracy atau pembajakan karya – karya cipta seniman tanah air sampai pemalsuan barang produksi. Kekayaan Intelektual atau Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atau Hak Milik Intelektual yang disingkat ‘HKI’ adalah padanan kata yang biasa digunakan untuk Intellectual Property Rights (IPR), yakni suatu hak perlindungan hukum yang diberikan oleh Negara kepada seseorang dan atau sekelompok orang ataupun badan atas yang timbul dari hasil olah pikir otak yang telah dituangkan ke dalam bentuk suatu karya cipta (berwujud)  menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna untuk manusia, apabila suatu temuan (inovasi) tersebut didaftarkan sesuai dengan persyaratan yang ada. Biasanya hak eksklusif tersebut diberikan atas penggunaan dari hasil buah pikiran si pencipta dalam kurun waktu tertentu. Buah pikiran tersebut dapat terwujud dalam tulisan, kreasi artistik, simbol-simbol, penamaan, citra, dan desain yang digunakan dalam kegiatan ko-mersil.
 
Istilah atau terminologi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) digunakan untuk pertama kalinya pada tahun 1790. Adalah Fichte yang pada tahun 1793 mengatakan tentang hak milik dari si pencipta ada pada bukunya. Yang dimaksud dengan hak milik disini bukan buku sebagai benda, tetapi buku dalam pengertian isinya. Istilah HKI terdiri dari tiga kata kunci, yaitu Hak, Kekayaan, dan Intelektual. Kekayaan merupakan abstraksi yang dapat dimiliki, dialihkan, dibeli, maupun dijual.

Karya cipta yang berwujud dalam cakupan kekayaan intelektual yang dapat didaftarkan untuk perlindungan hukum yaitu seperti karya kesusastraan, artistik, ilmu pengetahuan (scientific), pertunjukan, kaset, penyiaran audio visual, penemuan ilmiah, desain industri, merek dagang, nama usaha, dll.

HKI juga merupakan suatu hak kekayaan yang berada dalam ruang lingkup kehidupan teknologi, ilmu pengetahuan, maupun seni dan sastra. Pemilikannya bukan terhadap barangnya melainkan terhadap hasil kemampuan intelektual manusianya dan berwujud. Jadi HKI melindungi pemakaian ide, gagasan dan informasi yang mempunyai nilai komersial atau nilai ekonomi.

Objek yang diatur dalam HKI adalah karya-karya yang timbul atau lahir karena kemampuan intelektual manusia  Sistem HKI merupakan hak privat (private rights). Seseorang bebas untuk mengajukan permohonan atau mendaftarkan karya intelektualnya atau tidak. Hak eklusif yang diberikan Negara kepada individu pelaku HKI (inventor, pencipta, pendesain dan sebagainya) tiada lain dimaksudkan sebagai penghargaan atas hasil karya (kreativitas) nya dan agar orang lain terangsang untuk dapat lebih lanjut mengembangkannya lagi, sehingga dengan sistem HKI tersebut kepentingan masyarakat ditentukan melalui mekanisme pasar. Disamping itu sistem HKI menunjang diadakannya sistem dokumentasi yang baik atas segala bentuk kreativitas manusia sehingga kemungkinan dihasilkannya teknologi atau karya lainnya yang sama dapat dihindari atau dicegah. Dengan dukungan dokumentasi yang baik tersebut, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkannya dengan maksimal untuk keperluan hidupnya atau mengembangkannya lebih lanjut untuk memberikan nilai tambah yang lebih tinggi lagi.

2.    RUANG LINGKUP HKI

Secara garis besar HAKI dibagi dalam dua bagian, yaitu:
  1. Hak Cipta (copy rights)
Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan ijin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dasar hukum: UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.
A.   Hak cipta mengandung:
a.    hak moral
contohnya: lagu Bengawan Solo ciptaan Gesang diakui menjadi ciptaan saya.
b.    hak ekonomi
hak ekomoni berhubungan dengan bisnis atau nilai ekonomis.
contohnya: mp3, vcd, dvd bajakan.

B.   Sifat hak cipta:
a.    hak cipta dianggap sebagai benda bergerak dan tidak berwujud
b.    hak cipta dapat dialihkan seluruhnya atau sebagian, bila dialihkan harus tertulis (bisa di notaris atau di bawah tangan)
c.    hak cipta tidak dapat disita, kecuali jika diperoleh secara melawan hukum

C.   Ciptaan tidak wajib didaftarkan karena pendaftaran hanya alat bukti bila ada pihak lain ingin mengakui hasil ciptaannya di kemudian hari.

D.   Jangka waktu perlindungan hak cipta:
a.    Selama hidup pencipta dan terus berlangsung hingga 50 tahun setelah pencipta meninggal dunia.
b.    50 tahun sejak diumumkan/diterbitkan untuk program komputer, sinematografi, fotografi, data base dan karya hasil pengalihwujudan, perwajahan karya tulis, buku pamflet, dan hasil karya tulis yang dipegang oleh badan hukum.
c.    Tanpa batas waktu: untuk pencantuman dan perubahan nama atau nama samaran pencipta.
  1. Hak Kekayaan Industri (Industrial Property Rights), yang mencakup:
Kategori ini mencakup penemu-an (paten), merek, desain indus-tri, dan indikasi geografis. Dari sumber situs WTO, masih ada hak kekayaan intelektual lainnya yang termasuk dalam kategori ini yaitu rahasia dagang dan desain tata letak sirkuit terpadu.

1)    Paten;
a.    Hak paten adalah hak ekslusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya.
b.    Dasar hukum: UU No. 14 tahun 2001 tentang Paten.
c.    Jangka waktu paten: 20 tahun, paten sederhana: 10 tahun.
d.    Paten tidak diberikan untuk invensi:
§  bertentangan dengan UU, moralitas agama, ketertiban umum, kesusilaan.
§  metode pemeriksaan, perawatan, pengobatan, dan/atau pembedahan yang diterapkan terhadap manusia dan/atau hewan.
§  teori dan metode di bidang ilmu pengetahuan dan matematika.
§  makhluk hidup dan proses biologis yang esensial untuk memproduksi tanaman atau hewan.
§  contohnya: Ballpoint, untuk masalah teknologi tinta.

2)    Desain Industri (Industrial designs);
Desain industri adalah aspek ornamental atau estetis pada sebuah benda. Desain tersebut dapat mengandung aspek tiga dimensi, seperti bentuk atau permukaan benda, atau aspek dua dimensi, seperti pola, garis atau warna.

Desain industri diterapkan pada berbagai jenis produk industri dan kerajinan; dari instrumen teknis dan medis, jam tangan, perhiasan, dan benda-benda mewah lainnya; dari peralatan rumah tangga dan peralatan elektronik ke kendaraan dan struktur arsitektural; dari desain tekstil hinga barang-barang hiburan. 

Agar terlindungi oleh hukum nasional, desain industri harus terlihat kasat mata. Hal ini berarti desain in-dustri pada prinsipnya merupakan suatu aspek estetis yang alami, dan tidak melindungi fitur teknis atas benda yang diaplikasikan.

3)    Merek;
Merek adalah suatu tanda tertentu yang dipakai untuk mengidentifi-kasi suatu barang atau jasa sebagai-mana barang atau jasa tersebut dipro-duksi atau disediakan oleh orang atau perusahaan tertentu. Merek membantu konsumen untuk mengidentifikasi dan membeli sebuah produk atau jasa berdasarkan karakter dan kualitasnya, yang dapat teridentifikasi dari mereknya yang unik.

4)    Indikasi Geografis
Indikasi Geografis merupakan suatu tanda yang digunakan pada ba-rang-barang yang memiliki keaslian geografis yang spesifik dan memiliki kualitas atau reputasi berdasar tempat asalnya itu. Pada umumnya, Indikasi Geografis merupakan nama tempat dari asal barang-barang tersebut. Produk-produk pertanian biasanya memiliki kualitas yang terbentuk dari tempat produksinya dan dipengaruhi oleh faktor-faktor lokal yang spesifik, seperti iklim dan tanah. Berfung-sinya suatu tanda sebagai
indikasi geografis merupakan masalah hukum nasional dan persepsi konsumen.

5)    Penanggulangan praktik persaingan curang (repression of unfair competition);

6)    Desain tata letak sirkuit terpadu (integrated circuit);
Sirkuit terpadu adalah suatu produk dalam bentuk jadi atau setengah jadi, yang di dalamnya terdapat ber-bagai elemen dan sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, yang sebagian atau seluruhnya saling berkaitan serta di-bentuk secara terpadu di dalam sebu-ah bahan semi-konduktor yang dimaksudkan untuk menghasilkan fungsi elekronik. 

Desain tata letak adalah kreasi berupa rancangan peletakan tiga dimensi dari berbagai elemen, sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, serta sebagian atau semua interkoneksi dalam suatu sirkuit terpadu dan peletakan tiga dimensi tersebut dimaksudkan untuk persiapan pembuatan sirkuit terpadu.

7)    Rahasia dagang (trade secret);
Rahasia dagang dan jenis-jenis informasi rahasia lainnya yang memiliki nilai komersil harus dilindungi dari pelanggaran atau kegiatan lainnya yang membuka rahasia praktek komersial. Namun langkah-langkah yang rasional harus ditempuh sebe-lumnya untuk melindungi informasi yang bersifat rahasia tersebut. Pengujian terhadap data yang diserahkan kepada pemerintah sebagai langkah memperoleh
persetujuan untuk memasarkan produk farmasi atau perta-nian yang memiliki komposisi baru juga harus dilindungi dari kecurang-an perdagangan. 

8)    Perlindungan Varietas Tanaman (Plant Variety Protection);

3.    BADAN YANG BERWENANG

Di Indonesia badan yang berwenang dalam mengurusi HaKI adalah Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual, Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia.  Organisasi Internasional yang mewadahi bidang H.K.I. yaitu WIPO (World Intellectual Property Organization).

Ditjen HaKI mempunyai fungsi :
a.    Perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kebijakan teknis di bidang HaKI;
b.    Pembinaan yang meliputi pemberian bimbingan, pelayanan, dan penyiapan standar di bidang HaKI;  Pelayanan Teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal HaKI.

Di dalam organisasi Direktorat Jenderal HaKI terdapat susunan sebagai berikut :
a.    Sekretariat Direktorat Jenderal;
b.    Direktorat Hak Cipta, Desain Industri, tata letak Sirkuit terpadu, dan Rahasia Dagang;
c.    Direktorat Paten;
d.    Direktorat Merek;
e.    Direktorat Kerjasama dan Pengembangan Hak Kekayaan Intelektual;
f.     Direktorat Teknologi Informasi;

Konsultan Hak Kekayaan Intelektual

Adalah orang yang memiliki keahlian di bidang Hak Kekayaan Intelektual dan secara khusus memberikan jasa di bidang pengajuan dan pengurusan permohonan di bidang Hak Kekayaan Intelektual yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan terdaftar sebagai Konsultan Hak Kekayaan Intelektual di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual

Persyaratan Menjadi Konsultan Hak Kekayaan Intelektual

  • Warganegara Indonesia
  • Bertempat tinggal tetap di wilayah Republik Indonesia
  • Berijazah Sarjana S1
  • Menguasai Bahasa Inggris
  • Tidak berstatus sebagai pegawai negeri
  • Lulus pelatihan Konsultan Hak Kekayaan Intelektual

4.    DASAR HUKUM

Hukum yang mengatur HKI bersifat teritorial, pendaftaran ataupun penegakan HKI harus dilakukan secara terpisah di masing-masing yurisdiksi bersangkutan. HKI yang dilindungi di Indonesia adalah HKI yang sudah didaftarkan di Indonesia.

Dasar hukum mengenai HaKI di Indonesia diatur dengan undang-undang Hak Cipta no.19 tahun 2003, undang-undang Hak Cipta ini melindungi antara lain atas hak cipta program atau piranti lunak computer, buku pedoman penggunaan program atau piranti lunak computer dan buku-buku (sejenis) lainnya. Terhitung sejak 29 Juli 2003, Pemerintah Republik Indonesia mengenai Perlindungan Hak Cipta, peerlindungan ini juga mencakup :

a.    Program atau Piranti lunak computer, buku pedoman pegunaan program atau piranti lunak computer, dan buku-buku sejenis lainnya.
b.    Dari warga Negara atau mereka yang bertempat tinggal atau berkedudukan di Amerika Serikat, atau
c.    Untuk mana warga Negara atau mereka yang bertempat tinggal atau  berkedudukan di Amerika Serikat memiliki hak-hak ekonomi yang diperoleh dari UNDANG-UNDANG HAK CIPTA, atau untuk mana suatu badan hukum (yang secara langsung atau tak langsung dikendalikan, atau mayoritas dari saham-sahamnya atau hak kepemilikan lainnya dimiliki, oleh warga Negara atau mereka yang bertempat tinggal atau berkedudukan di Amerika Serikat) memiliki hak-hak ekonomi itu;
d.    Program atau piranti lunak computer, buku pedoman penggunaan program atau piranti lunak computer dan buku-buku sejenis lainnya yang pertama kali diterbitkan di Amerika Serikat.

Pengaturan Hak Kekayaan Intelektual
A.   UU Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta
B.   UU Nomor 14 Tahun 2001 Tentang Paten
C.   UU Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek
D.   UU Nomor 30 Tahun 2000 Tentang Rahasia Dagang
E.   UU Nomor 31 Tahun 2000 Tentang Desain Industri
F.    UU Nomor 32 Tahun 2000 Tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu
G.   UU Nomor 29 Tahun 2000 Tentang Varietas Tanaman



KETENTUAN PIDANA PASAL 72 
  1. Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) atau pasal 49 dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan atau denda paling sedikit Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan atau denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).
  2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan atau denda paling banyak Rp. 500.000.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).
  3. Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentingan komersial suatu Program Komputer dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan atau denda paling banyak Rp. 500.000.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).
  4. Barang siapa dengan sengaja melanggar pasal 17 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000.000,00 (Satu milyar rupiah.
  5. Barang siapa dengan sengaja melanggar pasal 19, pasal 20, atau pasal 49 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan atau denda paling banyak Rp. 150.000.000.000,00 (Seratus lima puluh juta rupiah).
  6. Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar pasal 24 atau pasal 55 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan atau denda paling banyak Rp. 150.000.000.000,00 (Seratus lima puluh juta rupiah).
  7. Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar pasal 25 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan atau denda paling banyak Rp. 150.000.000.000,00 (Seratus lima puluh juta rupiah.
  8. Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar pasal 27 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan atau denda paling banyak Rp. 150.000.000.000,00 (Seratus lima puluh juta rupiah.
  9. Barang siapa dengan sengaja melanggar pasal 28 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan atau denda paling banyak Rp. 1.500.000.000.000,00 (Satu milyarlima ratus juta rupiah).
berdasarkan barang-barang impor dari luar negri yang paling banyak melanggar hak cipta adalah negara cina. Cina merupakan salah satu negara yang sangat terkenal akan pembajakannya dari mulai produk otomotif hingga merajahi ke barang-barang keperluan rumah tangga. Barang-barang buatan Cina, relatif murah harganya karena tidak membayar royalti. Negara ini tidak ikut konvensi Internasional khusus HAKI, karena itu negara-negara lain tidak bisa menuntut/menghukum Cina. 

5.    Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Dalam Perdagangan Internasional

Pemikiran dan pengetahuan me-rupakan bagian penting dari perda-gangan sebab buah pemikiran dan pengetahuan tersebut dapat menghasilkan suatu ciptaan yang diperdagangkan. Oleh sebab itu, hak kekayaan intelektual menyentuh juga aspek industri dan perdagangan. Sebagian besar dari nilai yang dikandung oleh jenis obat-obatan baru dan produk-produk berteknologi tinggi berada pada banyaknya penemuan, inovasi, riset, desain dan pengetesan yang dilakukan. Film-film, rekaman musik, buku-buku dan piranti lunak komputer serta jasa online dibeli dan dijual karena informasi dan krea-tivitas yang terkandung, biasanya bukan karena plastik, metal atau kertas yang digunakan untuk membuatnya. Produk-produk yang semula diperda-gangkan sebagai barang-barang berteknologi rendah kini mengandung nilai penemuan dan desain yang lebih tinggi sehingga meningkatkan nilai jual produk-produk tersebut.

Dalam hal penciptaan atas produk-produk tersebut, pencipta dapat diberikan hak untuk mencegah pihak lain memakai penemuan mereka, desain atau karya lainnya dan pencipta dapat menggunakan hak tersebut un-tuk menegosiasikan pembayaran sebagai ganti atas penggunaan hasil ciptaannya itu oleh pihak lain. Inilah yang dimaksud dengan ”hak kekaya-an intelektual”. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kekayaan in-telektual ini bentuknya bisa beragam, seperti buku-buku, lukisan dan film-film di bawah hak cipta; penemuan dapat dipatenkan; merek dan logo produk dapat didaftarkan sebagai merek; dan sebagainya.
Dalam perkembangannya, perlindungan serta penerapan atas hak kekayaan intelektual ini bervariasi di seluruh dunia. Sebagaimana kesadaran akan pentingnya HKI dalam perdagangan semakin tinggi, maka perbedaan-perbedaan antar berbagai pi-hak di dunia menjadi sumber perde-batan dalam hubungan ekonomi internasional. Adanya suatu peraturan perdagangan internasional yang dise-pakati atas HKI dipandang sebagai cara untuk menertibkan dan menjaga konsistensi serta mengupayakan agar perselisihan dapat diselesaikan secara lebih sistematis. 

Menyadari HKI sebagai faktor penting dalam perdagangan interna-sional, maka dalam kerangka sistem perdagangan multilateral, kesepakat-an mengenai HKI (Agreement on Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights/TRIPS) dinegosiasi-kan untuk pertama kalinya dalam pe-rundingan WTO, yaitu Uruguay Round pada tahun 1986-1994. 

Uruguay Round berhasil membu-ahkan kesepakatan TRIPS Agreement sebagai suatu jalan untuk memper-sempit perbedaan yang ada atas perlindungan HKI di dunia dan menaunginya dalam sebuah peraturan internasional. TRIPS Agreement menetapkan tingkat minimum atas perlindungan HKI yang dapat dijaminkan terhadap seluruh anggota WTO. Hal yang penting adalah ketika ter-jadi perselisihan perdagangan yang terkait dengan HKI, maka sistem penyelesaian persengketaan WTO kini tersedia. 

Kesepakatan TRIPS ini meliputi 5 (lima) hal, yaitu:
      i.        Penerapan prinsip-prinsip dasar atas sistem perdagangan dan hak kekayaan intelektual
    ii.        Perlindungan yang layak atas hak kekayaan intelektual
   iii.        Bagaimana negara-negara harus menegakkan hak kekayaan inte-lektual sebaik-baiknya dalam wilayahnya sendiri
   iv.        Penyelesaian perselisihan atas hak kekayaan intelektual antara negara-negara anggota WTO
    v.        Kesepakatan atas transisi khusus selama periode saat suatu sistem baru diperkenalkan

Perjanjian TRIPS yang berlaku sejak 1 Januari 1995 ini merupakan perjanjian multilateral yang paling komprehensif mengenai HKI. TRIPS ini sebetulnya merupakan perjanjian dengan standar minimum yang memungkinkan negara anggota WTO untuk menyediakan perlindungan yang lebih luas terhadap HKI. Negara-negara Anggota dibebaskan un-tuk menentukan metode yang paling memungkinkan untuk menjalankan ketetapan TRIPS ke dalam suatu sistem legal di negaranya. 

Salah satu isu dalam HKI yang menarik untuk dibahas adalah pemalsuan. Pemalsuan merupakan masalah yang sedang berkembang yang men-ciptakan ketegangan dalam hubungan ekonomi internasional. Oleh karena itu, perjanjian TRIPS juga mencakup penerapan prinsip-prinsip dasar GATT dan perjanjian-perjanjian internasional yang relevan dengan masalah HKI, termasuk pemalsuan. 

Perjanjian TRIPS mengharuskan Anggota WTO untuk melakukan notifikasi kepada Dewan TRIPS. Notifikasi ini merupakan fasilitasi bagi Dewan TRIPS untuk memonitor implementasi Perjanjian dan wadah yang mendukung transparansi negara anggota menyangkut kebijakan atas perlindungan HKI. Selain itu, negara anggota yang akan memanfaatkan beberapa ketentuan yang tercakup dalam Perjanjian dan berhubungan dengan kewajiban harus memberikan notifikasi kepada Konsul. Konsul telah menetapkan prosedur dan arahan mengenai notifikasi. Sebagai tambahan, negara anggota juga telah setuju untuk melakukan notifikasi atas hal-hal yang belum diatur dalam Perjanjian. 

6.    Beberapa konvensi Internasional yang telah diratifikasi Indonesia:
·         TRIP’S (Trade Related Aspecs of Intelectual Property Rights) (UU No. 7 Tahun 1994)
·         Paris Convention for Protection of Industrial Property (KEPPRES No. 15 TAHUN 1997)
·         PCT (Patent Cooperation Treaty) and Regulation Under the PCT (KEPPRES No. 16 TAHUN 1997)
·         Trademark Law Treaty (KEPPRES No. 16 TAHUN 1997)
·         Berne Convention for the Protection of Literary and Artistic Works (KEPPRES No. 18 TAHUN 1997)
  • WIPO Copyrigths Treaty (KEPPRES No. 19 TAHUN 1997)
Cina merupakan salah satu negara yang sangat terkenal akan pembajakannya. Barang-barang buatan Cina, relatif murah harganya karena tidak membayar royalti. Negara ini tidak ikut konvensi Internasional khusus HAKI, karena itu negara-negara lain tidak bisa menuntut/menghukum Cina.

Dalam konvensi Internasional, tidak boleh bertentangan dengan tujuan negara.
Salah satu tujuan negara Indonesia: mencerdaskan kehidupan bangsa.
Oleh karena itu, men-download artikel; software (dan meng-copy atau menggandakan atau memperbanyak); foto copy buku-buku; dsb untuk tujuan pendidikan, tidak melanggar HAKI.

tulisan ini hanya untuk share, bukan untuk komersial :)

sumber:
 

Monday, April 30, 2012

Suku bunga


SUKU BUNGA

PENGERTIAN

Bunga adalah imbal jasa atas pinjaman uang. Imbal jasa ini merupakan suatu kompensasi kepada pemberi pinjaman atas manfaat kedepan dari uang pinjaman tersebut apabila diinvestasikan. Jumlah pinjaman tersbut disebut "pokok utang" (principal). Persentase dari pokok utang yang dibayarkan sebagai imbal jasa ( bunga ) dalam suatu periode tertentu disebut "suku bunga"

Perubahan tingkat suku bunga akan berdampak pada perubahan jumlah investasi di suatu negara, baik yang berasal dari investor domestik maupun dari investor asing, khususnya pada jenis invesatsi portfolio yang umunya berjangka pendek. Perubahan tingkat suku bunga ini akan berpengaruh pada perubahan jumlah permintaan dan penawaran di pasar uang domestik. Apabila dalam suatu negara terjadi peningkatan aliran modal masuk (capital inflows) di luar negeri, hal ini menyebabkan terjadinya perubahan nilai tukar mata uang negara tersebut terhadap mata uang asing di pasar valuta asing (dalam Madura, 2000, p. 101).

MENURUT BEBERAPA AHLI

Menurut Karl dan Fair (2001:635) suku bunga adalah pembayaran bunga tahunan dari suatu pinjaman, dalam bentuk persentase dari pinjaman yang diperoleh dari jumlah bunga yang diterima tiap tahun dibagi dengan jumlah pinjaman.
Pengertian suku bunga menurut Sunariyah (2004:80) adalah harga dari pinjaman. Suku bunga dinyatakan sebagai persentase uang pokok per unit waktu. Bunga merupakan suatu ukuran harga sumber daya yang digunakan oleh debitur yang harus dibayarkan kepada kreditur.

Adapun fungsi suku bunga menurut Sunariyah (2004:81) adalah :
a.    Sebagai daya tarik bagi para penabung yang mempunyai dana lebih untuk diinvestasikan.
b.    Suku bunga dapat digunakan sebagai alat moneter dalam rangka mengendalikan penawaran dan permintaan uang yang beredar dalam suatu perekonomian. Misalnya, pemerintah mendukung pertumbuhan suatu sektor industri tertentu apabila perusahaan-perusahaan dari industri tersebut akan meminjam dana. Maka pemerintah memberi tingkat bunga yang lebih rendah dibandingkan sektor lain.
c.    Pemerintah dapat memanfaatkan suku bunga untuk mengontrol jumlah uang beredar. Ini berarti, pemerintah dapat mengatur sirkulasi uang dalam suatu perekonomian.
Suku bunga itu sendiri ditentukan oleh dua kekuatan, yaitu :
penawaran Tabungan dan permintaan investasi modal (terutama dari sektor bisnis). Tabungan adalah selisih antara pendapatan dan konsumsi. Bunga pada dasarnya berperan sebagai pendorong utama agar masyarakat bersedia menabung. Jumlah tabungan akan ditentukan oleh tinggi rendahnya tingkat bunga. Semakin tinggi suku bunga, akan semakin tinggi pula minat masyarakat untuk menabung, dan sebaliknya.
 
Tinggi rendahnya penawaran dana investasi ditentukan oleh tinggi rendahnya suku bunga tabungan masyarakat.
a.    Adapun pengertian suku bunga (interest rate) (dalam Samuelson dan Nordaus, 1992, p.500 ):
Interest adalah pembayaran yang dilakukan atas penggunaan sejumlah uang.
b.    Interest rate adalah jumlah interest yang dibayarkan per unit waktu atau orang harus membayar untuk kesempatan meminjam uang.
c.    Karakteristik pinjaman dari tingkat suku bunga yang berbeda dapat dilihat dari:
1.    Term or maturity
Merupakan jangka waktu atau jatuh tempo, dimana mereka harus membayarnya.
2.    Risk
Beberapa pinjaman pada umumnya tidak beresiko, sementara yang lain mengandung tingkat inflasi spekulasi yang tinggi.
3.    Liquidity
Aktiva dikatakan likuid apabila dapat diubah dalam bentuk tunai (cash) secara cepat dan dengan kerugian nilai yang sedikit pula.
4.    Administrative costs.
Biaya administrasi yang dibebankan pada para peminjam atas kelalaian dan urusan administrasi.
d.    Suku bunga diskonto adalah tingkat suku bunga yang dibayar olehBank-Bank umum apabila meminjam uang dari Bank Sentral.

Menurut Weston dan Copeland (1998, p. 184), suku bunga dalam keseimbangan suatu pasar merupakan harga suatu waktu, dimana harga tersebut adalah hasil pengembalian yang menyamakan pinjaman dan pemberian pinjaman dalam kegiatan ekonomi. Suatu tingkat suku bunga akan cenderung naik apabila jumlah uang lebih sedikit dan permintaan terhadap uang lebih banyak. Begitu pula sebaliknya, tingkat suku akan cenderung turun apabila jumlah uang lebih banyak/besar dan permintaan terhadap uang lebih sedikit.
 
Sedangkan teori paritas suku bunga merupakan salah satu teori yang penting mengenai penentuan tingkat bunga dalam sistem devisa bebas. Teori ini pada dasarnya bahwa tingkat bunga di suatu negara akan cenderung sama dengan tingkat bunga di negara lain, setelah diperhitungkan perkiraan laju depresiasi mata uang suatu negara dengan negara lain.
Berdasarkan Shapiro ( 1994, p. 164 ) bahwa yang dimaksud dengan Interest Parity adalah suatu kondisi di mana perbedaan tingkat suku bunga sama dengan perbedaan forward di pasar yang efisien dengan asumsi tidak ada biaya transaksi (no transaction cost).

Menurut Lipsey, Ragan, dan Courant (1997 : 471) suku bunga adalah harga yang dibayarkan untuk satuan mata uang yang dipinjam pada periode waktu tertentu.
Menurut Lipsey, Ragan, dan Courant (1997 : 99-100) suku bunga dapat dibedakan menjadi dua yaitu suku bunga nominal dan suku bunga riil. Dimana suku bunga nominal adalah rasio antara jumlah uang yang dibayarkan kembali dengan jumlah uang yang dipinjam. Sedang suku bunga riil lebih menekankan pada rasio daya beli uang yang dibayarkan kembali terhadap daya beli uang yang dipinjam. Suku bunga riil adalah selisih antara suku bunga nominal dengan laju inflasi Menurut Samuelson dan Nordhaus (1998) suku bunga adalah pembayaran yang dilakukan atas penggunaan sejumlah uang.

Menurut Nopirin (1992:176) fungsi tingkat bunga dalam perekonomian yaitu alokasi faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa yang dipakai sekarang dan di kemudian hari. Menurut Ramirez dan Khan (1999) ada dua jenis faktor yang menentukan nilai suku bunga, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi pendapatan nasional, jumlah uang beredar, dan inflasi. Sedang faktor eksternal merupakan suku bunga luar negeri dan tingkat perubahan nilai valuta asing yang diduga.

Menurut Prasetiantono (2000) mengenai suku bunga adalah : jika suku bunga tinggi, otomatis orang akan lebih suka menyimpan dananya di bank karena ia dapat mengharapkan pengembalian yang menguntungkan. Dan pada posisi ini, permintaan masyarakat untuk memegang uang tunai menjadi lebih rendah karena mereka sibuk mengalokasikannya ke dalam bentuk portfolio perbankan (deposito dan tabungan). Seiring dengan berkurangnya jumlah uang beredar, gairah belanja pun menurun. Selanjutnya harga barang dan jasa umum akan cenderung stagnan, atau tidak terjadi dorongan inflasi. Sebaliknya jika suku bunga rendah, masyarakat cenderung tidak tertarik lagi untuk menyimpan uangnya di bank.

Beberapa aspek yang dapat menjelaskan fenomena tingginya suku bunga di Indonesia adalah tingginya suku bunga terkait dengan kinerja sektor perbankan yang berfungsi sebagai lembaga intermediasi (perantara), kebiasaan masyarakat untuk bergaul dan memanfaatkan berbagai jasa bank secara relatif masih belum cukup tinggi, dan sulit untuk menurunkan suku bunga perbankan bila laju inflasi selau tinggi ( Prasetiantono, 2000 : 99-101)

TIPE-TIPE SUKU BUNGA

Ada 2 tipe suku bunga, yaitu :
1.    Real interest rate
Koreksi atas tingkat inflsi dan didefinisikan sebagai nominal interest rate dikurangi dengan tingkat inflasi.
Real rate = Nominal rate – Rate of inflation
2.    Nominal interest rate.
Tingkat suku bunga yang biasanya tertera di rekening koran dimana mereka memberikan tingkat pengembalian untuk setiap investasi yang dilakukan.

JENIS BUNGA

1.    Bunga sederhana
Bunga sederhana: merupakan hasil dari pokok utang, suku bunga per periode, dan lamanya waktu peminjaman.
Rumusan bunga sederhana yaitu: c=pbw, dimana c (bunga sederhana) merupakan hasil dari p (pokok utang), b (bunga), dan w (waktu). Contohnya: Wiki meminjam Rp 230.000.000 untuk membeli sebuah mobil baru, dengan suku bunga sebesar 9.5% per tahun dan masa pinjaman adalah 5 tahun maka bunganya adalah
Rp. 230.000.000 * 0.095 * 5 = Rp. 109.250.000

Bunga sederhana untuk pinjaman Wiki adalah Rp. 109.250.000, maka total pembayaran pokok utang ditambah bunganya adalah Rp. 339.250.000.
Contoh lainnya, misalnya pokok utangnya adalah Rp. 100.000 :
  • Utang kartu kredit dimana dikenakan biaya sebesar Rp. 1.000 per harinya maka 1.000/100.000 = 1%/perhari.
  • Obligasi swasta dimana pembayarankupon bunga pertamanya adalah sebesar Rp 3.000 setelah 6 bulan sejak tangal penerbitan obligasi dan pembayaran kupon keduanya adalah Rp. 3.000 pada saat akhir tahun maka hasilnya adalah : (3.000+3.000)/100.000 = 6%/year.
  • Bunga Deposito yang dibayarkan pada akhir tahun sebesar Rp. 6.000 maka perhitungannya adalah : 6.000/100.000 = 6%/year.
2.    Bunga berbunga

Bunga berbunga atau disebut juga bunga majemuk: nilai pokok utang ini akan berubah terus setiap akhir suatu periode dengan penambahan perhitungan bunga . misalnya pokok hutang adalah 1.000 dengan bunga 5%/tahun maka periode tahun pertama pokok hutangnya menjadi 1000+(1.000*5%) = 1.050. Pada periode tahun berikutnya maka perhitungannya menjadi 1050+(1050*5%)= 1.102,50.

3.    Suku bunga tetap dan mengambang
  • "Suku bunga tetap" adalah suku bunga pinjaman tersebut tidak berubah sepanjang masa kredit.
  • "Suku bunga mengambang" adalah suku bunga yang berubah-ubah selama masa kredit berlangsung dengan mengikuti suatu kurs reverensi tertentu seperti misalnya LIBOR dimana cara perhitungannya dengan menggunakan sistem penambahan marjin terhadap kurs referensi.
Kombinasi atas suku bunga tetap dan mengambang ini dimungkinkan serta sering digunakan. Misalnya pada suatu kredit pemilikan rumah dimana disepakati bahwa hingga tahun ketiga bunganya adalat tetap yaitu 8.5% dan bunga untuk tahun selanjutnya akan ditetapkan sebesar 2% di atas LIBOR.

PERAN SUKU BUNGA DALAM PEREKONOMIAN

Tingkat bunga menentukan jenis-jenis investasi yang akan memberi keuntungan kepada para pengusaha. Para pengusaha akan melaksanakan investasi yang mereka rencanakan hanya apabila tingkat pengembalian modal yang mereka peroleh melebihi tingkat bunga. Dengan demikian besarnya investasi dalam suatu jangka waktu tertentu adalah sama dengan nilai dari seluruh investasi yang tingkat pengembalian modalnya adalah lebih besar atau sama dengan tingkat bunga.

Apabila tingkat bunga menjadi lebih rendah, lebih banyak usaha yang mempunyai tingkat pengembalian modal yang lebih tinggi daripada tingkat suku bunga. Semakin rendah tingkat bunga yang harus dibayar para pengusaha, semakin banyak usaha yang dapat dilakukan para pengusaha. Semakin rendah tingkat bunga semakin banyak investasi yang dilakukan para pengusaha (Sukirno, 1998)

TEORI EKSPEKTASI SUKU BUNGA

Sebuah teori yang dimaksudkan untuk menjelaskan bentuk kurva hasil, atau struktur jangka waktu suku bunga.  Kekuatan yang menentukan bentuk kurva hasil telah banyak diperdebatkan antara ekonom akademis selama beberapa tahun.   Ekonom Amerika Irving Fisher mengajukan teori ekspektasi suku bunga untuk menjelaskan bentuk kurva. Menurut teori ini, panjang tingkat lagi ditentukan oleh ekspektasi investor dari suku bunga jangka pendek di masa depan.

Dalam istilah matematika, teori ini menunjukkan bahwa:
(1 + R 2 ) 2 (1 + R 2) 2 = =   (1 + R 1 ) x (1 + E(R 1 )) (1 + R 1) x (1 + E (R 1))
mana
R 2 =    kurs pada tahun efek dua,
R 1 =    kurs pada tahun efek satu,
E (R 1) =    tingkat yang diharapkan pada tahun efek satu satu tahun dari sekarang.

Sisi kiri dari persamaan ini adalah jumlah per dolar diinvestasikan bahwa investor akan memiliki setelah dua tahun jika ia diinvestasikan dalam efek dua tahun.   Sisi kanan menunjukkan jumlah dia bisa berharap untuk memiliki setelah dua tahun jika ia berinvestasi di tahun kewajiban satu. Persaingan diasumsikan membuat sisi kiri sama dengan sisi kanan.

Teori ini mudah umum untuk menutup jumlah kelas jatuh tempo. Dan jatuh tempo banyak kelas namun mungkin ada, teori selalu menjelaskan adanya tingkat jangka panjang dalam hal tarif diharapkan jangka pendek masa depan.

Teori ekspektasi suku bunga menyediakan dasar teoritis untuk penggunaan kurva hasil sebagai alat analisis oleh analis ekonomi dan keuangan. Sebagai contoh, kurva yield-miring ke atas dijelaskan sebagai indikasi bahwa pasar mengharapkan kenaikan tarif pendek panjang di masa depan. Sejak tarif naik biasanya terjadi pada ekspansi ekonomi, kurva yield-miring ke atas adalah tanda bahwa pasar mengharapkan ekspansi berlanjut di tingkat aktivitas ekonomi. Analis keuangan kadang-kadang menggunakan persamaan ini untuk mendapatkan perkiraan pasar terkait tingkat suku bunga masa depan.   Hal ini dapat ditulis ulang sebagai berikut:
E(R 1 ) =   [(1 + R 2 ) 2 /   (1 + R 1 )] (1 + R 1)] – -   1

Persamaan menunjukkan bahwa tingkat jangka pendek diharapkan oleh periode berikutnya pasar dapat diperoleh dari pengetahuan tentang hari ini tarif.

Irving Fisher Teori Suku Bunga
 
Premiums Dengan dan Tanpa Penyesuaian Tarif Pajak dan Premi Risiko

Model Asli Fisher

Teori Irving Fisher suku bunga berkaitan i tingkat bunga nominal dengan tingkat inflasi dan π “sebenarnya” suku bunga r. R tingkat bunga riil adalah tingkat bunga setelah penyesuaian untuk inflasi. Ini adalah tingkat bunga yang pemberi pinjaman harus harus bersedia untuk pinjaman luar dana mereka. Hubungan Fisher mendalilkan antara tiga tingkat adalah:
(1 + i) = (1 + r) (1 + π) = 1 + r + π + π r
Ini sama dengan:
i = r + π (1 + r)

Jadi, menurut persamaan ini, jika meningkat π sebesar 1 persen kenaikan suku bunga nominal lebih dari 1 persen.

Ini berarti bahwa jika r dan π dikenal maka saya dapat ditentukan. Di sisi lain, jika i dan π dikenal maka r dapat ditentukan dan hubungan adalah:
1 + r = (1 + i) / (1 ​​+ π)
atau
r = (i – π) / (1 ​​+ π)

Ketika π r kecil maka kira-kira sama dengan i-π, namun dalam situasi yang melibatkan tingkat inflasi yang tinggi hubungan yang lebih akurat harus diperhitungkan.

Penyesuaian untuk Variasi Tarif Pajak

Langkah berikutnya dalam analisis ini adalah untuk memperhitungkan pengaruh pajak atas tingkat pengembalian riil. Biarkan i C menjadi bebas nominal risiko suku bunga di negara dengan C mata uang dan π r C dan C menjadi tingkat bunga riil yang sesuai dan tingkat inflasi yang diharapkan, masing-masing. Biarkan t C menjadi tarif pajak yang sesuai pada pendapatan bunga dan r * C menjadi pajak riil-setelah pengembalian. Tingkat pengembalian setelah-pajak adalah i C (-t C 1). Kemudian
r * C = [i C (-t C 1) - π C] / (1 ​​+ π C).

Jika kita tahu r * C, t C dan π C dan ingin menentukan rumus i C adalah:

i C = [r C * (1 + π C) + π C] / (1-t C)
= r* C /(1-t C ) = R * C / (1-t C) + (1 + r* C )π C /(1-t C ). + (1 + r * C) C π / (-t C 1).

Ini berarti bahwa ketika tingkat inflasi meningkat tingkat kenaikan bunga nominal oleh beberapa beberapa peningkatan laju inflasi, yakni,
∂i C /∂π C = (1+r* C )/(1-t C ). I ∂ C / ∂ π C = (1 + r * C) / (-t C 1).

William Crowder dan Dennis Hoffman dalam artikel mereka, “The Long-Run Hubungan antara Suku Bunga Nominal dan Inflasi: Efek Fisher Revisted,” Jurnal Uang, Perkreditan dan Perbankan (Februari 1996) melaporkan bahwa 1,0 persen kenaikan tingkat inflasi menghasilkan peningkatan 1,34 persen dalam tingkat bunga nominal. Hal ini konsisten dengan tarif pajak marjinal sekitar 25 persen.

Penyesuaian untuk Variasi Risiko

Analisis sebelumnya menganggap bahwa tingkat risiko adalah sama di semua negara. Jika negara-negara berbeda dalam risiko, pemberi pinjaman dan investor akan memerlukan premi risiko, kenaikan suku bunga, untuk mengimbangi mereka untuk menerima tingkat risiko yang lebih tinggi. Biarkan s C menjadi premi risiko yang diperlukan untuk negara C. Jika pasar modal internasional dalam kesetimbangan, setelah pajak tingkat pengembalian riil di berbagai negara harus sama. Then r C -s C =r* for all countries and hence Kemudian r-s C C = r * untuk semua negara dan karenanya
(i C (1-t C )- π C )/ (1+π C ) = r* + s C . (I C (-t C 1) – π C) / (1 ​​+ π C) = r * + C s.
Dengan demikian,
i C = [(r*+s C )(1+π C ) +π C )]/(1-t C ) i C = [(r * + s C) (1 + π C) + π C)] / (1-t C)
Misalkan C t = 0,4 1-t C begitu = 0,6 dan r * + s C = 0,05.  Kemudian
i C = [0.05(1+π C ) + π C ]/0.6 = 0.0833 + 1.75π C ) i C = [0.05 (1 + π C) + π C] / 0,6 = 0,0833 + 1.75π C)

sehingga setiap 1 persen peningkatan tingkat inflasi yang diharapkan akan diterjemahkan ke dalam peningkatan 1,75 persen di tingkat bunga nominal.

Sebuah pendekatan alternatif untuk menggabungkan negara premi risiko ke dalam analisis ini adalah untuk merumuskan persamaan asli Fisher untuk memasukkan faktor (1 + ρ) di mana ρ adalah premi risiko bagi negara. Ini berarti bahwa tingkat bunga nomimal diberikan oleh:
(1+i) = (1+r)(1+ρ) (1+π) (1 + i) = (1 + r) (1 + ρ) (1 + π)

Jadi ketika inflasi meningkat sebesar 1 persen tingkat nomimal akan meningkat (1 + r) (1 + ρ) persen, yang dapat secara signifikan lebih besar dari 1.0.

Untuk memperhitungkan tingkat pajak atas bunga, jangka waktu di sebelah kiri harus 1 ditambah tingkat bunga setelah pajak nominal, yakni,
(1+i(1-t)) = (1+r)(1+ρ) (1+π) (1 + i (1-t)) = (1 + r) (1 + ρ) (1 + π)

Dengan demikian tingkat bunga sebelum-pajak nominal diberikan oleh:
i = [(1+r)(1+ρ) (1+π) - 1]/(1-t) i = [(1 + r) (1 + ρ) (1 + π) - 1] / (1-t)
dan karenanya
∂i/∂π = (1+r*)(1+ρ)/(1-t). ∂ i / ∂ π = (1 + r *) (1 + ρ) / (1-t).

Menemukan yang diharapkan Tingkat Inflasi dari Nominal Suku Bunga

Untuk menggunakan prinsip PPP untuk peramalan nilai tukar mata uang masa depan kita membutuhkan tingkat inflasi yang diharapkan. Cara ini akan ditentukan untuk negara akan.
(1+π) = (1+i(1-t))/(1+r*)(1+ρ) (1 + π) = (1 + i (1-t)) / (1 ​​+ r *) (1 + ρ)

Untuk dua negara dalam keseimbangan keuangan nilai-nilai * r akan sama. Dengan demikian faktor yang diperlukan untuk peramalan nilai tukar oleh PPP prinsip diberikan oleh:
(1+π F )/(1+π $ ) = (1 + π F) / (1 ​​+ π $) =
(1+i F (1-t F ))/(1+i $ (1-t $ ))/ (1 + i F (1-t F)) / (1 ​​+ i $ (1-t $)) /
[(1+ρ F )/(1+ρ $ )] [(1 + ρ F) / (+ ρ $ 1)]

Perkiraan premi resiko negara

Misalkan tingkat suku bunga nominal bebas risiko di AS dan Perancis adalah 8% dan 11%, masing-masing dan tarif pajak 0.3 dan 0.4, juga masing-masing. Selanjutnya, misalkan premi risiko negara bagi AS dan Prancis adalah 0% dan 0,5 1%, masing-masing. Maka harga nominal setelah pajak adalah 5,6% dan 6,6%. Rasio 1 ditambah tingkat inflasi yang diharapkan diberikan oleh:
(1+π F )/(1+π $ ) = (1.066/1.056)/[1.005/1.0] = 1.00445. (1 + π F) / (1 ​​+ π $) = (1.066/1.056) / [1.005/1.0] = 1,00445.

Dengan demikian franc Perancis harus terdepresiasi 0,445 1% per tahun sehubungan dengan dolar.


artikel ini bukan untuk tujuan komersial, tapi hanya untuk share :)
Source: Encyclopedia of Banking & Finance (9h Edition) by Charles J Woelfel Sumber: Ensiklopedia Perbankan & Keuangan (9h Edition) oleh Charles Woelfel J

lihat pula